Keuangan » Asuransi » Unit Link: Proteksi dan Investasi dalam Satu Paket

Unit Link: Proteksi dan Investasi dalam Satu Paket

Kesadaran masyarakat akan produk asuransi atau proteksi jiwa dan kesehatan semakin tinggi. Hal ini diakibatkan oleh semakin mahalnya biaya perawatan dan semakin beragamnya jenis penyakit yang diderita oleh manusia modern sekarang ini. Selain itu, kebutuhan untuk mempersiapkan dana di masa yang akan datang, apakah untuk pendidikan anak, untuk investasi masa depan, atau untuk mempesiapkan dana pensiun, pun semakin disadari oleh masyarakat Indonesia. Dua kebutuhan ini, asuransi dan proteksi, kini telah menjadi bagian tak terpisahkan sebagai kebutuhan sekunder, yang bahkan oleh sebagian masyarakat dijadikan kebutuhan primer mendekati primer, bagi banyak masyarakat Indonesia.

Banyaknya produk asuransi yang menawarkan berbagai kemudahan dan manfaat yang beragam pun memberikan kontribusi terhadap tingginya minat masyarakat membeli produk ini. Di sisi lain, tuntuntan untuk mempersiapkan dana pendidikan, dana pensiun, dan persiapan hari tua, juga satu hal yang nyaris tak dapat dielakkan. Ini penting untuk dipersiapkan, terlebih bagi mereka yang tidak memiliki jaminan hari tua seperti halnya pegawai negeri yang memiliki dana pensiun, serta mereka yang memiliki penghasilan terbatas.

Menanggapi kebutuhan masyarakat akan dua produk penting ini, hampir seluruh perusahaan asuransi jiwa kini beralih dari produk tradisional ke produk modern yang disebut unit link. Perbedaan mendasar dari produk tradisional dan produk unit link adalah bahwa dalam produk asuransi tradisional, nasabah akan membayar premi selamanya, dan ketika ia berhenti membayar premi, maka otomatis cover proteksinya akan hilang. Sementara produk unit link dirancang agar nasabah membayar premi dalam jangka waktu tertentu, misalnya 10 tahun, tetapi ia akan terproteksi seumur hidup. Di samping itu, dari total premi yang ia bayarkan sudah otomatis terbagi untuk protesi dan investasi.

Kepraktisan dari produk unit link inilah yang membuat masyarakat merasa diuntungkan. Nasabah tidak perlu repot mengalokasikan dana proteksi dan investasi secara terpisah, cukup bayar premi bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, tahunan, atau bahkan top up sekaligus, Anda akan terproteksi seumur hidup dan memiliki persiapan jaminan hari tua.

Bagiamana cara memilih produk unit link yang baik?

Ini pertanyaan penting sebelum Anda memutuskan untuk membeli produk asuransi unit link.  Sebagai bahan pertimbangan untuk memilih produk asuransi unit link, silahkan kaji hal-hal sebagai berikut.

1. Pastikan kondisi dan track record dari perusahaan itu jelas

Ada sekitar 50 perusahaan asuransi jiwa dan 80-an perusahaan umum di Indonesia. Semua menawarkan produk yang menguntungkan dan menggiurkan bagi para calon nasabahnya. Namun dari semua perusahaan yang sudah ada di Indonesia itu, belum semuanya terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). OJK adalah sebuah lembaga bentukan pemerintah yang bertugas untuk mengawasi perusahaan penyedia jasa keuangan non perbankan, seperti asuransi. OJK akan mengumumkan kondisi perusahaan asuransi, apakah ia sehat, sakit, atau bahkan mendekati pailit.

2. Ketahui sejauh mana RBC perusahaan itu

Risk-Based Capital (atau RBC), jika dalam perbankan disebut CAR (Capital Adequacy Ratio) adalah kemampuan sebuah perusahaan asuransi membayar klaim nasabah jika seluruh nasabah melakukan klaim maksimal. Standar RBC yang ditentukan oleh pemerintah minimal 120%, artinya jika seluruh nasabah melakukan klaim maksimal, maka perusahaan itu masih memiliki sisa 20%. Jika RBC kurang dari 120% berarti perusahaan itu di ambang kebangkrutan. Untuk mengetahui RBC sebuah perusahaan asuransi, silahkan googling atau tanyakan pada perencana keuangan Anda.

3. Fasilitas dan kemudahan klaim 

Ini penting sebab banyak nasabah yang merasa kebingungan ketika hendak melakukan klaim, misalnya klaim rumah sakit, terlebih ketika agen atau perencana keuangan Anda termasuk orang yang tidak bertanggung jawab, begitu Anda sudah masuk menjadi nasabahnya, ia menghilang. Fasilitas kartu yang dapat digunakan untuk masuk dan berobat di banyak rumah sakit adalah salah satu fasilitas penting. Pastikan juga layanan dari perusahaan 24 jam.

4. Lamanya pertanggungan

Lamanya pertanggungan juga bisa dijadikan acuan untuk memilih produk asuransi yang Anda butuhkan. Misal cover untuk kondisi kritis sampai usia 80 tahun.

5. Ke mana dana Anda diinvestasikan 

Kendatipun nasabah terima beres atas kelolaan dana investasinya, ia pun harus mengetahui ke mana alokasinya itu. Apapun portofolio yang Anda pilih dari dana investasi Anda, memahami ke mana alokasi investasi itu penting, sehingga Anda bisa menelusuri kinerja investasi dari masing-masing perusahaan yang mengelola unit link Anda.

6. Kenali manajer investasi yang ditunjuk oleh perusahaan asuransi Anda

Manajer investasi memegang kendali sangat penting dalam untung ruginya investasi. Dengan mengenali manajer investasi yang jadi rekanan perusahaan asuransi Anda, Anda dapat mengkaji rekam jejak, kinerja, dan perilaku manajer investasi tersebut, sebelum Anda memutuskan untuk membeli produk unit link.

Jelasnya, asuransi jiwa dan investasi kini menjadi sebuah kebutuhan yang primer bagi masyarakat Indonesia saat ini. Unit link, sebuah produk asuransi yang memadukan proteksi plus investasi dalam satu paket menjadi alternatif jitu bagi Anda yang tidak ingin repot dengan pengelolaan yang terpisah dan rumit. Cukup bayar premi, otomatis Anda sudah tercover untuk jiwa dan kesehatan serta investasi.

sumber gambar: www.investinsurance.in

Penulis: Lintang Sunu

Foto Profil dari Lintang Sunu
Seorang Financial Service Consultant di sebuah perusahaan asuransi swasta terbesar di Indonesia. Aktif dalam dunia blogging sejak tahun 2008 dan fokus pada masalah sosial, perencanaan keuangan, dan kritik sosial.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Tips Perencanaan Keuangan Setelah Lebaran

Perencanaan keuangan setelah lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah satu hal yang mutlak dilakukan, ...