Keuangan » Investasi » Memilih Investasi: Investasi Emas atau yang Lain?

Memilih Investasi: Investasi Emas atau yang Lain?

Sebagian orang menganggap bahwa investasi emas adalah salah satu bentuk investasi paling ideal. Sebagian yang lain berasumsi investasi ideal adalah dalah bentuk saham. Sebagian lainnya menganggap investasi dalam bentuk barang properti adalah sesuatu yang ideal.

Dalam keuangan, investasi didefinisikan sebagai menaruh uang dalam bentuk aset dengan harapan memperoleh apresiasi modal, deviden, dan/atau penghasilan dari bunga (wikipedia.org). Mayoritas bentuk investasi mencakup beberapa bentuk resiko, di antaranya investasi dalan ekuitas, properti, atau bahkan sekuritas yang dapat dipengaruhi oleh resiko inflasi.

Bagi masyarakat pedesaan, pilihan investasi praktis dan sederhana adalah dalam bentuk investasi emas dan investasi properti, misalnya tanah. Kedua jenis investasi ini adalah investasi yang aman. Mengapa? Emas, meskipun harganya naik turun, tetapi emas tidak mengenal inflasi atau zero inflation. Harga emas tidak akan pernah melesat jauh melebihi inflasi, juga tidak akan pernah jatuh di bawah inflasi. Ia memiliki kadar yang tetap.

Sebagai contoh, ketika zaman Nabi Muhammad SAW. Beliau memerintahkan sahabatnya untuk membeli seekor kambing dengan memberikan uang satu keping dinar, dan sahabat ini membawa pulang satu ekor kambing dengan ukuran cukup besar. Dan kini, berapapun harga satu ekor kambing, tidak akan jauh dari harga 1 keping dinar (kurang lebih 4 gram) atau sekitar 2 juta rupiah dengan harga emas hari ini per gram sebesar Rp. 527.000,- saat ini. (Harga emas hari ini dapat dilihat di sini)

Tanah memiliki nilai investasi yang lebih baik dibandingkan dengan emas. Mengapa demikain? Karena tanah, selain memiliki nilai jual yang tidak pernah turun, selama menjadi hak milik ia bisa menghasilkan hasil bumi bagi pemiliknya. Sehingga investasi tanah cenderung lebih untung, dilihat baik dari nilai jual yang selalu meningkat maupun hasil yang didapatkan dari tanah itu sendiri. Kekurangan investasi tanah (properti) tidak likuid atau mudah dicairkan ketika memiliki kebutuhan mendesak.

Sementara untuk masyarakat perkotaan, mereka memiliki pilihan instrumen investasi yang lebih banyak. Selain properti dan emas, mereka juga memiliki kesempatan dan peluang serta informasi lebih luas dalam hal investasi saham, obligasi, ataupun investasi kertas berharga lainnnya.

Baik investasi emas maupun properti bagi masyarakat perkotaan bisa dikatakan tidak akan mengalami kurugian, namu jika berinvestasi dalam saham atau surat berharga lainnya, ia memiliki dua peluang: untung besar atau rugi besar. Saham memiliki nilai fluktuatif yang sangat tinggi. Permintaan pasar terhadap saham sangat mentukan harga jual saham. Ketika permintaan naik, maka harga saham akan melesat naik, namun ketika harga saham turun nilai saham pun akan turun.

Selain itu, karena saham berkaitan dengan uang dan kertas berharga, investasi ini akan sangat riskan jika terjadi gelombang krisis moneter. Dalam hitungan menit, Anda dapat kehilangan nilai investasi, bahkan merugi.

Lantas, jika kita mempunyai uang cukup besaar, kira-kira ke mana investasinya? Berikut pertimbanganya.

  1. Investasi emas atau logam mulia, dianggap salah satu investasi yang aman, sebab emas tidak mengenal inflasi atau zero inflation. Jika Anda berinvestasi dalam bentuk emas, Anda tidak perlu khawatir terkena inflasi namun nilainya tetap.
  2. Investasi saham, obligasi, dan surat berharga lainnnya adalah salah satu jenis investasi yang dapat meberikan keuntungan besar, namun ketika terjadi krisis moneter dampaknya para stockholder bisa mengalami kerugian yang sangat besar pula.
  3. Properti, meliputi tanah, bangunan, dan real estate lainnya, memiliki potensi keuntungan besar dan sedikit potensi kerugian.
  4. Investasi pada yang bertumbuh, yaitu bisnis. Investasi ini memiliki potensi yang sama-sama besar baik keuntungan maupun kerugiannya.

Dengan demikian, Anda akan tepat jika memilih investasi emas jika hanya untuk menghindari penurunan nilai atau kerugian akibat inflasi. Sementara invesasi yang lain memiliki potensi yang seimbang, tetapi Anda punya peluang untuk sukses finansial.

Ilustrasi: synonmizer.com

Penulis: Lintang Sunu

Foto Profil dari Lintang Sunu
Seorang Financial Service Consultant di sebuah perusahaan asuransi swasta terbesar di Indonesia. Aktif dalam dunia blogging sejak tahun 2008 dan fokus pada masalah sosial, perencanaan keuangan, dan kritik sosial.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Perencanaan keuangan setelah lebaran

Tips Perencanaan Keuangan Setelah Lebaran

Perencanaan keuangan setelah lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah satu hal yang mutlak dilakukan, ...