Keuangan » Investasi » Hal-Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Investasi Reksadana

Hal-Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Investasi Reksadana

Mungkin Anda pernah mendengar atau membaca tentang investasi reksadana, namun Anda belum memahami apa itu reksadana, cara kerja, dan manfaat investasi reksadana.

Reksadana (mutual funds) adalah program investasi yang modalnya berasal dari investor, dikelola oleh manajer investasi, dan diperdagangkan di berbagai kepemilikan saham secara professional. Manajer investasi bukanlah perorangan atau individu. Manajer investasi berbentuk badan hukum yang bertugas mengelola portofolio para nasabah atau investornya untuk mencapai keuntungan maksimal dari setiap portofolio yang ditawarkan kepada para investor.

Jika Anda adalah orang baru mengenal reksadana atau hendak berinvestasi di reksadana, sebaiknya perhatikan hal-hal penting berikut ini agar Anda tidak merasa terugikan, yang sebenarnya mungkin diakibatkan oleh preferensi Anda.

1. Kenali tipe investor seperti apakah Anda

Secara garis besar, ada tiga tipe investor: investor konservatif, investor moderat, dan investor agresif.

a. Investor konservatif

Investor tipe ini memiliki karakter kehati-hatian yang tinggi dalam berinvestasi. Ia biasanya “takut” untuk mengambil resiko sedang hingga tinggi. Di samping itu, tipe investor semacam ini biasanya memiliki prinsip biar sedikit asal untung. Jika Anda merasa sebagai tipe konservatif, sangat dianjurkan untuk memilih produk reksadana atau portofolio yang lebih likuid, yang beberapa manajer investasi menyebutnya sebagai cash fund (reksadana pasar uang). Portofolio jenis ini cenderung memiliki resiko yang rendah, tetapi return rendah, biasanya rata-rata return tahunan lebih tinggi dibandingkan dengan return deposito. Manajer investasi akan mengolasikan sebagian besar dananya ke deposito dan kas, dan hanya sebagian kecil diinvestasikan ke saham atau obligasi lain. Portofolio jenis ini biasanya memiliki return rata-rata seimbang dengan inflasi, dan cocok untuk investasi jangka pendek (kurang dari 5 tahun).

b. Investor moderat

Investor tipe ini memiliki karakter yang lebih berani dibandingkan dengan investor konservatif, tetapi tidak terlalu berani mengambil resiko terlalu tinggi. Investor moderat masih bisa mentolerir jika terjadi kerugian dalam skala sedang. Jenis portofolio yang cocok untuk investor jenis ini adalah managed fund, yakni campuran yang cukup berimbang antara reksadana pasar uang (yang likuid) dengan reksadana saham. Return yang didapatkan dari reksadana jenis ini biasanya di skala sedang, namun masih di atas rata-rata inflasi, dan cocok untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang (5 tahun ke atas).

c. Investor agresif

Investor tipe agresif memiliki karakter berani mengambil resiko tinggi. Portofolio yang cocok dengan investor tipe ini adalah reksadana saham atau sering disebut equity fund, di mana mayoritas portofolionya ada pada saham,, dan hanya sebagian kecil (kurang dari 10%) ada di reksadana pasar uang. Meskipun rata-rata return-nya tinggi, namun memiliki fluktuatif yang sangat tinggi, sehingga reksadana jenis ini cocok untuk investasi jangka panjang (10 tahun ke atas).

2. Kenali manajer investasi Anda

Manajer investasi adalah badan atau lembaga yang mengelola uang Anda untuk diinvestasikan di reksadana dengan berbagai pilihan portofolio.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda memilih manajer investasi untuk investasi reksadana Anda.

a. Usia kepemilikan dan rekam jejak

Pilihlah manajer investasi yang telah berumur lama dan memiliki rekam jejak yang baik. Rekam jejak di sini termasuk dalam hal pengelolaan dana investor, apakah dikelola dengan baik atau tidak.

b. Kinerja reksadana yang mereka kelola

Dengan melihat kinerja reksadana manajer investasi yang Anda tuju, Anda akan lebih mantap untuk menentukan apakah akan mempercayakan dana untuk dikelola atau tidak. Perhatikan apakah ada konsistensi return yang baik atau tidak, dengan cara melihat laporan kinerja investasi tahunan selama 5 – 10 tahun terakhir.

c. Biaya pengelolaan investasi

Biaya kelolaan investasi reksadana Anda juga perlu diperhatikan. Masih dianggap wajar jika Anda dikenai biaya kelola investasi sebesar 5% per tahun, namun kinerjanya di atas rata-rata.

Nah, setelah mengetahui beberapa poin di atas, sudah siap untuk investasi di reksadana dan mendapatkan manajer investasi serta return terbaik?

Happy investing!

*gambar sampul: www.swyamsiddha.com

Penulis: Lintang Sunu

Foto Profil dari Lintang Sunu
Seorang Financial Service Consultant di sebuah perusahaan asuransi swasta terbesar di Indonesia. Aktif dalam dunia blogging sejak tahun 2008 dan fokus pada masalah sosial, perencanaan keuangan, dan kritik sosial.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Perencanaan keuangan setelah lebaran

Tips Perencanaan Keuangan Setelah Lebaran

Perencanaan keuangan setelah lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah satu hal yang mutlak dilakukan, ...