Keuangan » Properti » Tips Membeli Rumah dengan Harga Murah

Tips Membeli Rumah dengan Harga Murah

Hayooo, siapa dari Sobat BE-Lover (Blogekstra Lover) yang kepingin punya rumah? Tentunya sebagian besar menjawab “ya mau lah”. Tetapi melihat perkembangan  properti saat ini membuat harga rumah dan tanah semakin mahal sehingga sulit mendapatkan harga rumah yang murah.

Ada berbagai macam cara untuk mendapatkan rumah dengan harga murah seperti dengan cicilan KPR misalnya, namun pada akhirnya nilai total yang dikeluarkan jumlahnya lebih besar dari perkiraan karena cicilan mengikuti standar suku bunga Bank yang cenderung naik.

Cara lainya adalah dengan membeli rumah yang kondisinya kurang baik yang harganya murah, dalam arti nantinya akan membutuhkan perbaikan. Jika anda memilih cara ini maka harus benar-benar cermat mempertimbangkan dan memperkirakan teknis perbaikan yang akan dilakukan setelah rumah tersebut anda beli. Apakah  membutuhkan perbaikan besar atau hanya perbaikan kecil. Seringkali karena tidak memahami teknis bangunan maka kita salah menilai, yang pada awalnya kita perkirakan hanya membutuhkan perbaikan kecil ternyata malah mengeluarkan biaya yang berlipat-lipat dari perhitungan awal. Maka secara total pengeluaran tetaplah rumah tersebut menjadi mahal.

Ada juga peluang mendapatkan rumah dengan harga murah yaitu dengan mengikuti lelang rumah yang dilakukan oleh pihak bank, namun sudah bisa dipastikan persaingan akan banyak terjadi sehingga harga menjadi cenderung normal.

Nah sekarang saya akan share cara membeli rumah dengan harga murah seperti yang pernah saya lakukan, dan ternyata setelah saya perhitungkan harganya menjadi lebih murah dibanding harga normal.

GADAI SERTIFIKAT

Carilah penjual rumah yang sertifikatnya rumahnya digadaikan di bank, ya betul ”digadaikan di bank”. Mengapa demikian? karena orang yang ingin menjual rumahnya saat sertifikatnya masih digadaikan berarti orang tersebut kemungkinan sudah mulai kesulitan membayar cicilan yang harus dilunasi kepada bank. Biasanya si penjual ini akan memberikan harga normal pada awalnya, namun saat dia kesulitan mencari pembeli karena tidak memiliki rentang waktu yang cukup untuk menyebar informasi maka persaingan kemungkinan hanya sedikit.

Kelebihan lainya yaitu karena pandangan sebagian orang menganggap bila sertifikat sudah di tangan bank/digadaikan di bank maka rumah yang akan dijual pasti bermasalah. Pada kenyataanya sertifikat yang digadaikan di bank adalah sertifikat yang lulus uji verifikasi pihak bank terhadap keabsahanya yaitu dengan mendapatkan legalitas dari  Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tentu saja pihak bank tidak mau menjamin sertifikat yang kepemilikanya bermasalah bukan?

Meskipun demikian dalam melakukan keseluruhan prosesnya harus dilakukan secara hati-hati. Berikut adalah saran untuk melakukan proses jual beli rumah yang sertifikanya digadaikan :

  1. Mintalah copy Sertifikat Rumah dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pemilik rumah.
  2. Cek Keabsahan fotocopy Sertifikat tadi (Cek di BPN atau minta bantuan Notaris yang anda percaya).
  3. Biasanya anda akan membayar sejumlah uang (jangan seluruhnya) kepada pemilik terlebih dahulu karena pemilik harus melunasi nilai tunggakan ke bank. Maka siapakan Kwitansi Pembayaran dan Materai untuk proses penarikan sertifikat dari bank. Disinilah kita harus berhati hati karena proses keluar sertifikat dari bank membutuhkan waktu, ada yang bisa satu hari, tiga hari sampai satu minggu tergantung kebijakan bank masing. (pilihlah sertifikat yang digadaikan pada bank besar nasional karena akan lebih mudah pengurusanya)
  4. Bawalah seorang saksi/notaris pada saat pembayaran dan lakukan transaksi di bank tempat sertifikat digadaikan untuk mengurangi resiko keamanan.
  5. Gunakan Rekening Saja Agar Aman meskipun sudah menggunakan kwitansi bermaterai.
  6. Pelunasan sisa pembayaran setelah sertifikat keluar dilakukan di depan Notaris.
  7. Yang terakhir jangan lupakan kesepakatan tentang Pajak Penjualan, Pembelian, Balik nama dan biaya notaris menjadi tanggungan siapa,penjual atau pembeli (umumnya ditanggung penjual).
  8. Selebihnya serahkan kepada notaris.

Demikian tips membeli rumah dengan harga murah yang dapat saya sampaikan dari pengalaman yang pernah saya alami.Mudah mudahan bermanfaat….

 

Penulis: jopik

Foto Profil dari jopik

2 comments

  1. Salam kenal Pak Jopik, sy mau bertanya bgm teknisnya kl membeli rmh second yg sertifikatnya diagunkan ke bank A, namun kita ingin membelinya dengan cara KPR di bank B? Terima ksh.

  2. Foto Profil dari jopik

    maaf telat ya,kalau menurut saya sepertinya tidak bisa mba karena bukan bank yang sama, dan biasanya pengajuan kpr atas bangunan yang sudah ada itu bisa dilaksanakan apabila sertifikatnya tidak sedang diagunkan.saya pernah bertanya ke salah satu bank, bagaimana apakah bisa pengajuan kpr dengan bangunan yang sudah bersertifikat(second)?jawabnya bisa saja asalkan masih atas nama orang lain?(belum balik nama) dan sertifikat tsb sah dan tidak sedang diagunkan di bank lain.smg bermanfaat

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Perencanaan keuangan setelah lebaran

Tips Perencanaan Keuangan Setelah Lebaran

Perencanaan keuangan setelah lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah satu hal yang mutlak dilakukan, ...