Keuangan » Perencanaan » Inilah Alasan Orang Takut Berinvestasi

Inilah Alasan Orang Takut Berinvestasi

Investasi adalah alternatif yang baik sebagai pilihan untuk mendapatkan keuntungan dan pertambahan, pengamanan kekayaan di masa depan. Akan tetapi tidak sedikit orang yang takut untuk berinvestasi. Banyak alasan mengapa orang takut untuk berinvestasi, namun beberapa hal utama yang menjadi penyebabnya bisa anda simak sebagai berikut:

Pilihan Investasi

1.       Kekhawatiran Menurunya Nilai Investasi

Sebagian besar orang mempunyai kekhawatiran terhadap resiko yang dapat muncul saat berinvestasi. “Apakah uang yang saya investasikan akan hilang/berkurang?”. Tentu saja tidak ada yang mau uangnya hilang atau berkurang saat melakukan investasi, malah sebaliknya orang berinvestasi untuk mendapat keuntungan. Namun tentu tidak mungkin tidak ada resiko dalam berinvestasi.

Yang berbeda dari tiap resiko investasi adalah ukuran atau tingkatan resikonya saja. Ada investasi dengan resiko cukup besar, sedang dan ada juga yang beresiko kecil. Bila anda ingin melakukan sebuah  berinvestasi, maka seberapa besar tingkat penurunan nilai yang bersedia anda tanggung jika anda mengalami kerugian? 5%, 10%, 20% atau 50%.

Berapapun besarnya kerugian yang bersedia anda tanggung, hal itu adalah bagian dari seni berinvestasi. Jangan  berharap selalu untung, yang namanya kerugian, sesekali memang harus dialami, karena kita dapat beajar dari hal itu untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar nantinya.

 2.       Hasil Investasi Tidak Lebih Besar Dari Kenaikan harga Barang dan Jasa

Jika anda memiliki investasi berupa deposito di sebuah bank yang memberikan bunga 9 % setahun, tetapi dalam satu tahun yang sama harga barang dan jasa justru naik 15% maka sebenarnya anda mengalami kerugian karena nilai uag anda justru menurun. Hal ini terjadi bukan karena kenaikan harga barang dan jasa yang tinggi melainkan produk investasi yang dipilih belum tentu sesuai.

Sebagian dari anda mungkin menginginkan produk investasi yang cenderung konservatif dan aman. Namun  hasilnya mungkin saja kecil dan tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Jika hal ini terjadi dalam beberapa tahun maka anda bisa mengalami penurunan kekayaan.

Apa yang harus anda lakukan untuk menghadapi resiko ini?

Yang paling penting adalah jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajarilah produk produk investasi lain yang mungkin belum anda ketahui. Kemudian berinvestasi dengan mempertimbangkan setiap konsekuensinya, lama lama anda pun pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengn berinvestasi pada produk yang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tnggi dibanding kenaikan harga barang dan jasa

 3.       Kesulitan Jika Produk Investasinya Ingin Dijual (liquiditas)

Ketakutan akan resiko yang terakhir adalah mengenai tingkat liquiditas produk investasi.

 “Apakah produk investasi yang anda pilih mudah untuk dijual kembali”.

Beberapa orang lebih senang untuk  berinvestasi dalam emas karena dianggap mudah dijual kembali. Namun ada juga yang berinvestasi dalam mata uang dolar Amerika dan kemudian disimpan di bank agar kondisi fisik uang kertasnya tetap baik.

Contoh lain yaitu barang2 koleks yang pembelinya bersifat spesifik seperti lukisan, barang antik dan sejenisnya. Barang barang ini mempunyai tingkat pencairan yang rendah, namun saat sekali saja terjual harganya bisa melambung sangat tingii dan memberikan utung yang besar

Jadi sebelum anda memutuskan untuk memulai berinvestasi, ada baiknya anda ketahui terlebih dahulu seberapa mudah produk investasi yang anda beli bisa dijual kembali. Jangan sampai anda berinvestasi tetapi tidak bisa menjualnya karena barang tersebut sulit dijual.

Secara umum yang harus dipelajari  dan dipahami oleh seorang investor sebelum berinvestasi yaitu lebih kepada resiko yang akan ditanggung di kemudian hari. Tidak ada investasi yang tanpa resiko. Resiko harus menjadi sahabat investor agar kita bisa memiih resiko yang sesuai. Kalau ingin resiko menengah pilihlah investasi emas, reksadana pendapatan tetap atau obligasi langsung.

Penulis: jopik

Foto Profil dari jopik

3 comments

  1. Foto Profil dari jopik

    jadi kenapa harus takut….

  2. Foto Profil dari jopik

    setau saya klo investasi emas itu untuk jangka panjang dan biasanya bersifat seperti tabungan(berbentuk fisik).tetapi ada juga bentuk seperti nilai saham namun rentan sekali penipuan.jadi klo yg fisik g bisa dibilang perbulan. coba baca jg tulisan kawan2 Blogeksta.com yang investasi emas antam dan pegadaian.
    terimakasih pertnyaanya

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Tips Perencanaan Keuangan Setelah Lebaran

Perencanaan keuangan setelah lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah satu hal yang mutlak dilakukan, ...