Keuangan » Peluang » Deposito Syariah Bank Muamalat, Nisbah, dan Perhitungan Bagi Hasil

Deposito Syariah Bank Muamalat, Nisbah, dan Perhitungan Bagi Hasil

Saat kita mendengar istilah deposito syariah, pasti kita semua familiar dengan istilah yang satu ini, tetapi masih sedikit orang yang mengerti bagaimana dan apa sesungguhnya deposito syariah itu. Dalam artikel ini ane share pengalaman ane pribadi yang pada awalnya kurang ngerti juga sih……

Pada suatu hari ane diajak saudara ane ke sebuah bank syariah, nama banknya Muamalat. Ane kagak tau maksud saudara ane ke sana, mungkin mau ambil duit kali ya pikir ane. Eh.. taunya mau buka deposito mudharabah di bank itu. Dari penjelasan CS (Customer service) ane rangkum begini nih gan :

1. Umum

Deposito syariah mudharabah adalah investasi penanaman modal di bank syariah yang akan diteruskan pada sektor usaha halal dengan prinsip keuntungan berupa bagi hasil bukan bunga. Jika pada bank konvensional bunganya tetap, misal 6% dikali jumlah uang yang didepositokan maka pada deposito bank syariah nilainya tidak tetap, bergantung pada besarnya keuntungan yang didapatkan bank dalam jangka waktu tertentu. Deposito ini bisa diperpanjang otomatis.

bilyet giro muamalat

2. Nisbah

Nisbah adalah besaran bagi hasil antara nasabah dan pihak bank. Nilainya berbeda-beda tergantug lamanya jangka waktu, misal :

Jangka Waktu Nisbah(%)
1 Bulan 50 : 50
2 Bulan 50,5 : 49,5
3 Bulan 51 : 49
6 Bulan 52 : 48
12 Bulan 54 : 46

Di bank muamalat juga ada yang dinamakan spesial nisbah, yaitu nilai nisbah yang dinegosiasikan dengan pihak bank jika batasan dana yang didepositokan min. 100 jt, sekedar gambaran bisa mencapai 75% untuk nasabah, bahkan lebih tergantung jumlah uang yang didepositokan dan kondisi ekonomi.

3. Pilihan Keuntungan bagi hasil

Dicapitalisir yaitu jumlah keuntungan digabung dengan nilai deposito awal untuk didepositokan pada jangka waktu berikutnya.
Ditransfer yaitu jumlah keuntungan per jangka waktu ditransfer ke rekening tabungan mauamalat.
*Akan lebih menguntungkan bila di capitalisir karena akan berlipat. Jika di bank konvensional dinamakan bunga berbunga.

4. HI – 1000 (baca Ha-i-seribu)

Hi-1000 adalah indek nilai keuntungan bank dari setiap 1000 rupiah dana yang diinvestasikan setiap bulan. Contoh : hi – 1000 bulan mei sebesar 8,5, berarti dari setiap 1000 rupiah menghasuilkan keuntungan 8,5 rupiah.

5. Contoh Perhitungan

Jono menyimpan deposito pada tanggal 9 bulan maret senilai 10 juta rupiah.

Jangka waktu 1 Bulan
Nisbah 50 : 50
HI – 1000 bulan maret : 9,5

Nilai Bagi Hasil Jono

= ( Nilai Deposito/1000 ) x ( hi-1000 ) x ( % Nisbah )
= ( 10 juta/1000 ) x 9,5 x ( 50/100 )
= Rp. 47.500,-

Contoh perhitungan jika Jono memperpanjang otomatis dan dikapitalisir
HI – 1000 bulan april : 10,5

Nilai Bagi Hasil Jono

= ( Nilai Deposito+bagi hasil maret/1000 ) x ( hi-1000 ) x ( % Nisbah )
= ((10 juta+47.500,-)/1000) x 10,5 x (50/100)
= Rp. 52.749,38

Begitu yang ane tau gan, mudah mudahan bermanfaat.

* Berdasarkan pengalaman sebagai sedikit gambaran (tidak pasti), deposito senilai 100 jt bagi hasilnya kurang lebih 500 ribu     perbulan, bisa lebih besar saat keuntungan besar tetapi saat kondisi normal biasanya tidak jauh dari angka ini.

Penulis: jopik

Foto Profil dari jopik

4 comments

  1. Foto Profil dari jopik

    bgmn???…anda berminat….

  2. Foto Profil dari faidahanna

    minat tp kirim dulu y…hehehehe

  3. dimana saya bisa melihat nilai HI-100?

  4. untuk zakatnya bila dipotong otomatis, apakah dari bagi hasilnya saja atau dari nilai keseluruhannya

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Perencanaan keuangan setelah lebaran

Tips Perencanaan Keuangan Setelah Lebaran

Perencanaan keuangan setelah lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah satu hal yang mutlak dilakukan, ...