Keuangan » Perencanaan » Tips Investasi Aman untuk Karyawan

Tips Investasi Aman untuk Karyawan

Investasi Aman untuk KaryawanBagaimana sih cara atau tips investasi aman untuk karyawan yang bisa menghasilkan secara efektif? Banyak orang yang lebih memilih menjadi pegawai negeri atau karyawan ketimbang menjadi pengusaha. Menjadi pelaku usaha memang berisiko dan hanya sedikti orang saja yang berani menghadapi risiko itu dan menjadi orang sukses dan berhasil.

Namun menjadi karyawan juga dapat membuatnya menjadi kaya seperti pelaku bisnis, meskipun pendapatan yang diperoleh setiap bulannya relatif tetap. Justru dengan adanya penghasilan yangtetap diterima setiap bulannya, uang jaminan kesehatan, maupun tunjangan lainnya, seorang karyawan dapat merencanakan masa pensiunnya dengan lebih baik.

Lantas bagaimana cara tips investasi aman untuk karyawan? Berikut beberapa tips yang penulis kutipkan dari Rheza Karyanto, CFP Assistant Vice President Head of Investment, Bancassurance, and Treasury Products Commonwealth Bank Indonesia.

  1. Semua investasi pasti ada risikonya, begitu juga dengan tidak berinvestasi ada risiko lebih besar. Yang penting dilakukan adalah memahami risikonya dan menjadikannya sebagai partner untuk mencapai tujuan. Dengan mengenal dan melakukan analisis, yang perlu dilakukan adalah mengatur batas risiko yang bisa diterima sekaligus memperkirakan cara mengantisipasinya.
  2. Pastikan terlebih dahulu kredibilitas perusahaan yang menawarkan investasi, baik menyangkut reputasi maupun izin usaha dari Regulator, atau dari Otoritas Jasa Keuangan jika berbentuk produk keuangan. Produk terbaik suatu penawaran investasi biasanya memiliki sejarah perjalanan yang memperlihatkan konsistensi dari keberhasilan maupun kinerjanya.
  3. Produk investasi itu ibarat alat transportsi yang akan menghantarkan pada tujuan yang ingin dicapai. Anda sebaiknya memilih instrumen yang lebih aman seperti deposito atau obligasi bila tujuan investasi adalah untuk jangka pendek. Namun jika tujuannya untuk jangka panjang, Anda dpat memilih menggunakan instrumen yang lebih berisiko, seperti saham. “Kalau yang dilakukan adalah sebaliknya, maka akan seperti naik mobil ke Bali atau naik pesawat ke Puncak, sudah nyampainya tidak jelas kapan tapi justru malah lebih berisiko,” kata Rheza mengibaratkan.
  4. Sebar risiko investasi untuk meminimalisir risiko yang ada, yaitu dengan menyebar pada produknya dan pada aspek waktunya. Artinya, investasi dilakukan dalam beberapa produk dan dilakukan secara bertahap, sehingga risiko tidak menumpuk pada satu aspek saja. Begitujuga dnegan jumlah ataunilai investasinya tidak sekaligus dilakukan dalam jumlah besar pada awalnya, melainkan dibagi dalam beberapa periode waktu tertentu. Itulah tips investasi aman untuk karyawan yang semoga bermanfaat untuk anda.

Penulis: joesck

Foto Profil dari joesck
Ghost Writer yang Senang Jalan-jalan dan Menyukai Fotografi

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Perencanaan keuangan setelah lebaran

Tips Perencanaan Keuangan Setelah Lebaran

Perencanaan keuangan setelah lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah satu hal yang mutlak dilakukan, ...