Keuangan » Lain-lain » Sosro vs Coca Cola, Siapa Lebih Unggul?

Sosro vs Coca Cola, Siapa Lebih Unggul?

Sosro vs Coca Cola, mana yang akan lebih anda pilih? Seperti kta tahu, Coca Cola merupakan minuman bersoda buatan perusahaan multi nasional dari Amerika Serikat yang telah menguasai pasar minuman di seluruh dunia. Sementara Sosro adalah produk minuman teh botol buatan lokal asli Indonesia.

Mengamati persaingan bisnis kedua jenis minuman instan ini cukup menarik, terutama menyangkut strategi promosi yang dilakukan dalam meraih pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa. Sebagai produk minuman untuk semua golongan usia dan kelompok sosial, kedua produk minuman ini memiliki segmentasi dan menyasar pasar yang boleh dikata sama.

Strategi Marketing Sosro vs Coca Cola

Ternyata, selama beredar dan didistribusikan di Indonesia sejak 80 tahun yang lalu, Coca Cola telah berhasil membukukan penjualan sebanyak 80 juta dus. Sehingga kalau dirata-rata, minuman bersoda ini mampu terjual sebanyak 1 juta dos setiap tahunnya. Apalagi dengan strategi promosi yang begitu gencar dan jalur distribusi yang sangat banyak dan professional, sangat wajar orang Indonesia tergiur dengan gaya hidup modern dengan mengkonsumsi minuman ini.

Lantas berapa penjualan yang berhasil dibukukan teh botol Sosro? Branded Noise dalam laporannya pada awal tahun 2014 menyatakan bahwa volume penjualan Teh Botol Sosro tercatat sebanyak dua kali lipat lebih banyak dibandingkan Coca Cola. Bahkan hanya dalam waktu kurang dari setahun, minuman asli Indonesia yang siap minum itu telah menjelma menjadi produk minuman paling favorit masyarakat kita dan mampu bersaing dengan produk minuman global yang sangat kuat citranya seperti Coca Cola.

Kunci sukses Sosro vs Coca Cola dalam merebut pasar Indonesia, menurut analisa dari jurnal bisnis itu, terutama pada strategi pemasarannya yang sangat tepat.

Sosro mampu mendekatkan brand Teh Botol Sosro berdasarkan 3 tradisi atau kebiasaan penduduk Indonesia, yang meliputi:

• Masyarakat Indonesia makan beberapa kali dalam sehari termasuk makanan berat dan cemilan.

• Masyarakat kita memiliki budaya minum teh yang kuat.

• Pada saat sedang makan, penduduk Indonesia seringkali merasa perlu untuk minum.

Dengan memperhatikan kebiasaan ini, Sosro mampu melakukan penetrasi dengan tagline yaitu “Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro” yang dinilai sangat efektif. Meskipun terkesan sederhana, namun tagline ini dinilai telah membawa pesan yang sangat padat dan jelas yang akhirnya turut mendorong masyarakat untuk menjadikan Teh Botol Sosro sebagai minuman pendamping setiap kali makan makanan apapun.

Apa yang dilakukan Sosro jauh berbeda dengan strategi yang ditempuh Coca Cola. Minuman bersoda itu dinilai lebih menonjolkan momentum tertentu dalam menggenjot promosi dan iklannya, sehingga konsumen pun lebih membutuhkannya hanya pada momentum tertentu, seperti saat Lebaran, Natal, ataupun tahun baru.

Dengan strategi promosi yang berbeda, maka Sosro vs Coca Cola pun memperoleh hasil yang berbeda pula dalam membukukan penjualannya.

Penulis: joesck

Foto Profil dari joesck
Ghost Writer yang Senang Jalan-jalan dan Menyukai Fotografi

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Tips Perencanaan Keuangan Setelah Lebaran

Perencanaan keuangan setelah lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah satu hal yang mutlak dilakukan, ...