Keuangan » Properti » Mencermati Prospek Properti 2014

Mencermati Prospek Properti 2014

Prospek Properti 2014Pertumbuhan atau prospek properti 2014 diprediksikan akan mengalami penurunan. Banyak kalangan yang memperkirakan sector bisnis ini mengalami perlambatan terutama dikaitkan dengan berbagai factor pengaruh. Salah satunya factor penyebabnya adalah akan diselenggarakannya pesta demokrasi Pemilu 2014.

Momentum politik 5 tahunan tersebut memang menjadi momentum rutin yang mendorong perlambatan sektor industri dan bisnis secara umum. Tidak sedikit pelaku bisnis yang mengantisipasinya dengan menurunkan aktivitas bisnisnya, atau mengalihkannya ke sektor lainnya yang lebih menguntungkan.

Kebutuhan masyarakat terhadap properti sebenarnya tak penah surut, terutama untuk rumah tinggal. Seperti diperlihatkan pada tahun 2013, sector property mengalami knaikan yang cukup signifikan, yaitu rata-rata mencapai sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2012. Bahkan di beberapa daerah tertentu, seperti di Yogyakarta, kenaikan penjualan properti bahkan meningkat hingga mencapai 15 persen.

Sedangkan untuk jenis properti yang banyak mengalami peningkatan penjualan adalah jenis residential. Rumah-rumah untuk tipe sedang yang berada pada kisaran harga Rp 200 hingga 400 juta mengalami meningkatkan paling tinggi. Tampaknya masyarakat kelas menengah, terutama dari kalangan eksekutif dan pelaku bisnis kalangan muda tumbuh dengan cukup signifikan.

Penghambat Prospek Properti 2014

Menurunnya tren dan prospek properti 2014 sebenarnya sudah terasa sejak akhir 2013 lalu. Di sejumlah daerah, penjualan properti pada triwulan akhir 2013 lalu sudah mulai menurun meski tidak terlalu drastis. Penurunan permintaan pasar ini terutama terlihat di Jakarta, terutama untuk penjualan apartemen.

Menurut sejumlah pengamat, penurunan ini terutama disebabkan fluktuasi ekonomi akibat gejolak di bursa saham maupun karena adanya kenaikan inflasi. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menerapkan aturan baru tentang loan-to-value ratio (LTV) maupun karena adanya kenaikan suku bunga juga berpengaruh terhadap penjualan properti. Perlambatan jenis hunian residential ini juga ditandai dengan adanya penurunan sentimen para investor properti.

Meskipun diperkirakan akan mengalami penurunan pada tahun 2014, namun gairah property akan kembali membaik pasca pelaksanaan Pemilu. Bahkan tak sedikit pelaku bisnis perumahan yang optimis, bahwa penjualan hunian selama tahun 2014 akan tetap lebih tinggi dibandingkan tahun 2012. Prospek properti 2014 diyakini juga tetap menarik terutama mengingat makin meningkatnya pendapatan masyarakat secara umum.

Penulis: joesck

Foto Profil dari joesck
Ghost Writer yang Senang Jalan-jalan dan Menyukai Fotografi

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Tips Perencanaan Keuangan Setelah Lebaran

Perencanaan keuangan setelah lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah satu hal yang mutlak dilakukan, ...