Keuangan » Bisnis » Cara Mengajukan Modal Usaha Kecil

Cara Mengajukan Modal Usaha Kecil

Modal Usaha KecilBagaimana sih cara mengajukan modal usaha kecil? Siapa saja yang dapat dimintai pinjaman modal usaha? Barangkali begitulah kebingungan anda ketika ingin mengembangkan bisnis namun terkendala modal usaha. Apalagi kalau anda melihat ada peluang usaha yang sangat prospek namun akhirnya kesempatan emas pun berlalu hanya karena tak ada modal.

Sebenarnya cukup banyak tempat, lembaga, maupun instansi yang telah menyediakan dana bagi pelaku usaha, utamanya usaha kecil dan menengah. Permodalan itu dapat dipinjam dengan bunga sangat rendah. Namun sayangnya informasi tentang modal usaha kecil biasanya terbatas bahkan cenderung kurang disebarluaskan sebagai hak publik.

Salah satu lembaga yang menyediakan modal usaha adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Melalui program yang dinamakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan atau PKBL, BUMN diharuskan mengalokasikan sekitar 1 hingga 2 persen dari keuntungannya untuk membina usaha kecil menengah. Dana inilah yang dapat anda ajukan jika berniat mencari permodalan usaha.

Progam PKBL memang diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil yang telah berjalan dan berniat mengembangkan usahanya, serta belum pernah mendapatkan pembinaan sejenis dari BUMN lainnya. Besarnya modal usaha yang dapat disetujui dapat mencapai Rp 100 juta dengan bunga pinjaman sekitar 6 persen per tahun dan waktu pengembalian sekitar 1 hingga 5 tahun.

Biasanya BUMN akan meminta jaminan berupa agunan kepada pelaku usah yangmengajukan permodalan usaha. Namun persyaratan tersebut cenderung lebih bersifat formalitas sebagai bentuk ikatan untuk menjaga kepercayaan dan tidak menentukan dikabulkannya permohonan.

Tahapan Mengajukan Modal Usaha Kecil

Untuk tahapan atau persyaratan yang perlu dilakukan dan dipenuhi dalam mengajukan bantuan modal usaha kecil ke BUMN meliputi :

  • Anda harus datang sendiri ke kantor BUMN di daerah anda untuk menyerahkan surat permohonan secara resmi yang dilengkapi dengan nama kontak dan alamat yang jelas.
  • Dalam surat permohonan itu lampirkan juga proposal singkat tentang besarnya dana yang diperlukan dan rencana penggunaan modal usaha kecil yang dimintakan tersebut.
  • Anda juga perlu melampirkan profil usaha maupun neraca pembukuan usaha Anda yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan BUMN dalam menilai usaha Anda.
  • Lampirkan pula surat izin usaha (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) jika ada, kopi KTP atau tanda bukti diri, serta surat keterangan lain yang disyaratkan.

Setelah persyaratan permohonan kemitraan anda ajukan, biasanya pihak BUMN akan datang ke rumah atau lokasi usaha anda untuk melakukan survei. Untuk menjaga kepercayaan, sebiknya anda memberikan data dan informasi yang obyektif dan riil agar permohonan modal usaha kecil anda dapat disetujui.

Penulis: joesck

Foto Profil dari joesck
Ghost Writer yang Senang Jalan-jalan dan Menyukai Fotografi

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Perencanaan keuangan setelah lebaran

Tips Perencanaan Keuangan Setelah Lebaran

Perencanaan keuangan setelah lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah satu hal yang mutlak dilakukan, ...